Pembangunan Lapen kampung Bumi Mas Lamteng Diduga Kuat Sarat Korupsi

LAMPUNG TENGAH, Liputandesa.com – Pembangunan jalan lapis panetrasi (lapen) di kampung bumi mas kecamatan seputih agung kabupaten lampung tengah diduga kuat sarat dengan praktek-praktek korupsi.

Proyek menguras Anggaran Dana Desa (ADD) sebesar Rp 256.351,000 yang terletak di dusun I,II dan IV itu, tampak menggunakan bahan jenis batu cadas atau batu kapur warna merah yang dihampar di sepanjang badan jalan.

Jika dibandingkan dengan jenis batu sepelit dengan ukuran yang sama tentunya harga dan kwalitasnya pun sangat jauh berbeda.

Bersumber dari hasil dokumentasi dan obrolan informal bersama beberapa warga, Pekerjaan Lapen sepanjang 850 meter di dusun 1 dan 2 serta 242 meter di dusun IV diduga kuat menjadi lahan korupsi oknum kepala kampung untuk memperkaya diri tanpa memikirkan dampak serta mutu pembangunannya.

Seperti yang diungkapkan sumber belum lama ini (Red Rabu 26/12/2019) melalui telpon selulernya

“…Semua pembangunan fisik yang ada di kampung Bumi Mas Lampung Tengah dikelola dan bahkan dikendalikan oknum kepala kampungnya sendiri tanpa melibatkan perangkat desanya. Termasuk dalam pengadaan seperti bahan matrial yang dibutuhkan…” Ucap sumber yang tidak ingin disebutkan namanya.

Tidak hanya itu, Tenaga kerja yang dipekerjakan bahkan diatur dan ditentukan sendiri oknum kepala kampungnya.

Parahnya lagi, Hampir semua pembangunan fisik yang ada di kampung tersebut selalu dipihak ketigakan dan diborongkan kepada pemborong yang berasal dari luar  kampung, sedangkan yang kami ketahui disetiap pembangunan di desa yang menggunakan anggaran dana desa wajib memperdayakan serta melibatkan masyarakat setempat atau dengan istilah padat karya.

Lebih lanjut diungkapkannya, hampir semua perangkat desa kampung bumi mas mengeluh karena hanya dijadikan oknum kepala kampung sebagai pelengkap dan tamengnya saja untuk melancarkan aksi aksinya dalam meraup keuntungan pribadi.

“Lihat saja hasil pembangunan jalan lapen yang masih dikerjakan para tukannya, pasti kualitasnya tidak bagus dan tidak bisa bertahan lama. karena bahan yang digunakannya bukan batu 3,5”

Tempat terpisah, kepala tukang yang dikonfirmasi di lokasi pembangunan jalan lapen mengatakan jika dirinya diberi gaji harian.

” semua pekerja (tukang) berjumlah 18 orang yang mengerjakan pekerjaan lapen ini dan kami digaji harian sebesar Rp 80.000 /orang, kami berunding dan menerima pembayaran honor atau gaji kami dari pak sungkono bukan melalui kepala kampungnya, karena pak sungkonolah yang memerintahkan kami bekerja di kampung ini pungkasnya, Kamis (27/12/2019)

Sementara itu, kepala kampung Bumi Mas Ahmad Untung yang dikonfirmasi, mengungungkapkan jika hal yang wajar penggunaan jenis batu itu.

“…ini adalah hal yang wajarlah jika ada satu dua batu yang seperti ini (batu cadas atau batu kapur warna merah) karena tidak semua batu yang digunakan harus batu yang mulus semunya, batu yang digunakan untuk pembangunan jalan lapen di kampung bumi mas saat ini jika di bandingkan dengan kampung kampung lain yang berada di kecamatan seputih agung, menurut saya lebih bagus dan baik batu yang dikampung kita, karena menurut pak sengkono batu tersebut sudah memenuhi target lur, karena pembangunan jalan tol saja mengunakan batu jenis ini juga lur, buktinya semuanya normal normal saja tanpa suatu masalah…” ucapnya.

Lebih lanjut dikatakannya, “semua kampung di kecamatan Seputih Agung rata-rata memesan batunya melalui Sungkono, karena dialah yang menjadi pemborong atau seplier batu selama ini, dan untuk kampung bumi mas, saya sendiri yang langsung memesan batunya kepada pak sungkono dengan harga hampir  Rp 300.000/kubiknya” Tambahnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked*

Share