Pawang Ular Terpilih Jadi Kepala Desa di Bandung Barat

BANDUNG, Liputandesa.com – Jika menyebut nama Steve Ewon, maka yang terbersit pertama kali di kepala pastilah profesi pawang ular. Tentu saja, sebagian besar warga Jawa Barat mengenal pria kelahiran Majalengka itu lewat program acara televisi “Steve Ewon Sang Petualang”.

Dalam program televisi tersebut, Steve Ewon kerap menaklukkan ular dengan metode yang cukup nyeleneh yakni dengan cara dihipnotis.

Tetapi, yang akan dibahas sekarang bukan profesi pawang ular yang digeluti oleh Steve Ewon selama kurang lebih 20 tahun.

Hal yang akan dibahas saat ini adalah pekerjaan baru Steve Ewon sebagai Kepala Desa Kertawangi, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat.

Pemilik nama asli Yanto bin Surya ini telah memenangkan ajang Pilkades Kertawangi 2019 dan resmi dilantik sebagai Kepala Desa Kertawangi pada Senin (30/12/2019).

“Alhamdulillah sudah bisa melewati Pilkades dan terpilih menjadi Kepala Desa Kertawangi. Kalau ditanya perasaannya saat ini sudah biasa saja, tapi kemarin pas pelantikan oleh Bupati Bandung Barat sangat degdegan,” kata Ewon saat ditemui di Kantor Desa Kertawangi, Jalan Kolonel Masturi, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, Senin sore.

Sebagai pemimpin yang baru, Ewon yang juga warga asli Desa Kertawangi ini memiliki rencana untuk menjadikan wilayah yang dipimpinnya maju dalam sektor pariwisata.

“Kertawangi ini tempat wisata banyak wisatawan yang datang. Saya harus berpikir bagaimana caranya wisatawan yang datang bisa memberi efek positif terhadap masyarakat Desa Kertawangi. Potensinya lainnya ada di pertanian dan peternakan. Saya memiliki rencana bagaimana pertanian dan peternakan bisa dijadikan objek wisata unggulan,” tuturnya.

Meski masih harus banyak belajar mengenai tupoksi dan kewenangan kepala desa, Ewon mengatakan jika dirinya telah mengantongi sejumlah masalah yang harus dibenahi di Desa Kertawangi.

Salah satunya adalah masalah air yang pembagian kepada masyarakat masih semrawut.

“Lingkungan di sini juga sudah banyak yang mengalami kerusakan yang disebabkan oleh ketidakpedulian masyarakat seperti membuang sampah sembarangan. Efeknya air yang harusnya bersih di sini jadi kotor dan tidak bisa dimanfaatkan ke hilir. Limbah kotoran ternak juga jadi masalah di sini,” ungkapnya.

Ditanya soal profesinya sebagai pawang ular, Ewon mengaku akan tetap mengasah kemampuannya menjinakkan ular. Dia mengatakan, dengan jabatannya saat ini sebagai kepala desa malah akan mempermudah masyarakat yang ingin melaporkan penemuan ular di wilayahnya.

“Kepawangan itu keahlian. Sampai kapan pun tidak akan hilang. Saya tidak akan meninggalkan itu karena itu keahlian,” tuturnya. Ewon menceritakan, profesi sebagai pawang ular pun kerap dimanfaatkan lawan politiknya di Pilkades Kertawangi 2019 sebagai konten kampanye negatif .

Namun ternyata, ketenaran Ewon sebagai penjinak ular tidak mampu terbendung. “Oleh rival dianggap kelemahan. Padahal justru itu menjadi sebuah kelebihan saya yang mereka tidak punya,” bebernya. (***Kompas)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked*

Share