Kisru Kades dan Pewarta di Desa Massewae Semakin Jelas, Rusdianto Minta Ketua PWI Copok Anggota yang Melanggar Kode Etik

136
0
"Sebagai Pemegang Kartu PWI, maka tanggung jawab Profesi saya membela Profesi saya, Namun saya tidak bisa mentolerir teman Pers bila melanggar Kode Etik", Rusdianto berharap Ketua PWI memberi Sanksi Pewarta yang Nakal.

PINRANG, Perselisihan Kepala Desa dengan Salah satu Pewarta di kantor Desa Massewae, yang telah didamaikan Bupati Pinrang, mulai ditemukan titik persoalannya, setelah Ketua LIDIK Pro Kabupaten Pinrang melakukan Investigasi hingga ke POLSEK Duanpanua Pinrang. Senin, 8 Juni 2020.

Perdamaian yang telah di prakarsai oleh Bupati Pinrang, tidak begitu saja dapat diterima oleh sebagian Pewarta di Kabupaten Pinrang, karena mereka merasa profesi sebagai pewarta di usik.

Rusdianto, SE. SH. Yang juga sebagai pemegang kartu PWI mencoba menelusuri benang kusuk kejadian yang menimpa salah Oknum Pewarta di Kabupaten Pinrang. “saya berharap, jangan begitu saja kita menerima perdamaian lantas Kasus itu harus ditutup, saya ingin semua terang benderang, siapa sebenarnya yang berulah disini, apakah kepala desanya atau pewartanya.” Ungkapnya.

Anto berharap kerjasama semua pihak, baik itu Ketua PWI Pinrang maupun Pihak penegak Hukum, agar semua jelas, “jangan melihat apa yang saya lakukan sebagai hal Negatif, perdamaian memang adalah jalan terbaik, namun itu tidak menyelesaikan persoalan. Kepala Desa Massewae sudah bersalah karena bertindak diluar kendali, tapi kita juga harus melihat apa penyebabnya, dan Ketua PWI Pinrang harus berani memberi sanksi bila anggotanya yang salah.” Lanjut Ketua LIDIK Pro ini.

Setelah melakukan penelusuran hingga ketingkat Polsek dan Desa, menurutnya Anto, bukan kesalahan kepala desa sepenuhnya. Dari keterangan saksi-saksi yang diperoleh Ketua LIDIK Pro ini, bahwa Oknum pewarta dalam melakukan peliputan di desa Massewae saat itu, tidak melaksanakan kode etik Jurnalistik, yang terkesan bergaya Premanisme, dan ini harus ditindak lanjuti oleh pengurus PWI, harapnya. Ketua PWI Pinrang dalam pernyataannya kepada suaralidik.com (Komunikasi WA), akan bertindak tegas, tidak mentolerir dan cabut KTA Pewarta yang mengatasnamakan PWI dengan tidak melaksanakan protokoler peliputan, “tabe, saya berterima kasih kepada adindaku Rusdianto yang tegas dan siap mengungkap kebenaran kasus desa massewae, saya juga telah mengumpulkan beberapa fakta-fakta dari petugas yang hadir saat kejadian perkara, dan memang saya harus bertindak tegas dan mengharapkan dukungan teman-teman Jurnalistik seperti Anto dengan jiwa Corps sebagai PWI yang siap membela Profesinya.” Tegas Masrul Umar kepada suaralidik.com, dan dalam waktu singkat ini akan mengundang pimpinan media, melakukan rapat koordinasi bersama media dan pewartanya. (AD).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here