Ini Syarat Penerima BLT Rp 600 Ribu Setiap Bulan

1932
0
Syarat penerima BLT dari Dana desa
Ilustrasi penerima BLT

Liputan Desa – Syarat penerima BLT sebesar Rp 600 ribu setiap bulannya terhadap masyarakat yang terdampak covid-19 di Indonesia masih menjadi topik trending di pengguna medsos di facebook.

Pasalnya, Presiden Joko Widodo memutuskan, pemerintah pusat akan memberikan bantuan langsung tunai ( BLT) senilai Rp 600.000 per bulan selama tiga bulan bagi keluarga miskin.

Penerima BLT
Ilustrasi BLT

Pemerintah melalui Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (PDTT) membagikan Bantuan Langsung Tunai (BLT) di tengah pandemi virus corona (Covid-19).

Jumlahnya Rp600 ribu per bulan selama 3 bulan atau total Rp1,8 juta.

Menteri Desa PDTT Abdul Halim Iskandar mengatakan dana BLT berasal dari Dana Desa yang sebelumnya digunakan untuk pembangunan infrastruktur, seperti jalan dan jembatan.. Penerima BLT adalah masyarakat desa ekonominya yang terdampak pandemi virus corona.

Ada sejumlah syarat untuk bisa memperoleh BLT. Mereka yang bisa mendapatkan BLT harus sudah terdata oleh RT/RW tempat tinggal masing-masing. Masyarakat yang masuk pendataan adalah mereka yang kehilangan mata pencarian akibat pandemi corona.

Syarat Penerima BLT adalag sebagai berikut;

  • Penerima BLT dari Dana Desa merupakan mereka yang tidak menerima Program Keluarga Harapan (PKH)
  • Tidak memiliki Kartu Sembako, Paket Sembako, Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) lain
  • Tidak memiliki Kartu Prakerja. Dengan kata lain, tidak terdaftar sebagai penerima bansos dari pemerintah pusat.

Warga desa yang belum mendapat bansos dari pemerintah pusat namun tak terdata oleh RT/RW, bisa memberitahu kepada aparat desa. Nantinya, aparat desa akan memasukkan dalam pendataan.

Jika sudah terdata, masyarakat desa bisa mendapatkan BLT dalam bentuk tunai mau pun nontunai. Bentuk tunai, BLT diberikan dari rumah ke rumah atau door-to-door.

“Yang nontunai, langsung ditransfer ke rekening penerima,” kata Abdul kepada CNN Indonesia pada 27 April lalu.

Andai ada warga desa yang ingin diberikan BLT dengan mekanisme nontunai namun belum memiliki rekening bank, tidak perlu khawatir. Bisa menghubungi aparat desa dan bank milik negara terdekat. Bank akan membuatkan rekening dan tanpa biaya.

Jika ada kendala lain, misalnya tidak memiliki Nomor Induk Kependudukan (NIK) dan Kartu Tanda Penduduk (KTP), maka bisa tetap mendapat bantuan tanpa membuat KTP terlebih dulu.

Diketahui, Dana Desa yang dimiliki semua desa cenderung beragam. Tidak semuanya sama. Berkenaan dengan hal itu, Kementerian Desa PDTT sudah membuat mekanismenya.

Desa dengan Dana Desa di bawah Rp800 juta per tahun akan memberikan BLT maksimal 25 persen dari pagu anggaran. Kemudian, desa yang memiliki Dana Desa Rp800 juta sampai Rp1,2 miliar, maksimal mengalokasikan 30 persen dananya untuk BLT.

Pemdes yang memiliki Dana Desa dibawah Rp 800 juta, bisa mengalokasikan dananya sebesar 25% dari Dana desa untuk BLT

Pemdes yang memiliki Dana Desa Rp 800 juta – Rp 1,2 miliar bisa mengalokasikan dananya sebesar 30% dari Dana desa untuk BLT

Pemdes yang memiliki Dana Desa Rp 1,2 miliar ek atas bisa mengalokasikan dananya sebesar 35% dari Dana desa untuk BLT

Kementerian tidak menetapkan minimal pengalokasian Dana Desa untuk BLT. Dengan kata lain, aparat desa memiliki kewenangan untuk menentukan penggunaan anggarannya untuk BLT.

TINJAUAN IKHTISAR
Trending Topik
BERBAGI

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here